Ngulik Perpusnas, yuk!

Dingin. Belakangan hari langit masih dalam keadaan mood yang sama, sedang senang memamerkan wajahnya yang sendu dan tak lupa menjatuhkan rintik-rintiknya satu per satu. Hari ini memasuki hari yang keempat belas saya menghiatuskan diri dari dunia kerja formal. Yah mungkin bagi sebagian orang saya sedang bermain-main dengan kehidupan. Bagi sebagian lagi saya masih saja orang gila, dan sisanya mungkin menganggap masa pubertas saya masih belum selesai. Tidak apa-apa toh, apapun penilaiannya, i just let life surprise me!
Okay, jadi selama masa-masa hiatus ini saya suka berkeliling sendiri kemanapun kaki kuat ini sanggup melangkah. Pada post kali ini saya ingin membahas perjalanan saya ke Perpustakaan Nasional RI. Lokasi Perpusnas sendiri berada di Jalan Medan Medeka Selatan No. 11. Untuk menuju kawasan ini saya sering menggunakan transportasi umum yang menjadi primadona dan dicintai oleh warga banyak dari berbagai golongan hingga beraneka kepentingan, yakni Busway Transjakarta. Jika para pembaca yang budiman menggunakan transportasi yang sama, pastikan Anda turun pada halte yang tepat, yakni Halte Balai Kota.

20171214_132402

Lalu keluar dari halte tersebut, berjalan sampai menemukan zebra cross. Mari menyebrang pada tempatnya ya, good people.
20171214_132708

Lalu, Welcome.. Apapun jabatan anda, berapapun usia anda, semuanya diterima dan disambut. Pertama, pengunjung akan menemukan gedung yang semacam pendopo yang difungsikan layaknya museum. Disana ada empat ruangan, masing-masing dua terdapat pada bilah kanan dan bilah kiri yang di dalamnya menampilkan riwayat baca bangsa Indonesia. Mulai dari Ruang Aksara yang menampilkan peta Indonesia pada dinding layar digital lengkap dengan suara yang menceritakan kronologis rakyat Indonesia mengenal huruf sampai ruangan yang menyampaikan penjelasan mengenai perkembangan media tulis serta berbagai barang yang menjadi saksi sejarah dalam penyebaran tulisan. Ada juga naskah Nusantara asli yang dipamerkan pada kotak-kotak kaca hingga beberapa moment penting dalam pemerintahan yang diabadikan dalam foto-foto yang telah dibingkai rapi.
20171214_132835

20171214_132916
20171214_132944
20171214_133046
20171214_132948
20171214_133102
20171214_133131
20171214_133143

Gedung Baru 24 Lantai

Keluar dari museum pendopo tersebut, pengunjung akan disambut dengan ruang terbuka hijau yang mengantarkan menuju gedung baru 24 lantai yang katanya mampu menampung 24 ribu pembaca.
20171214_133203

Pada lobi utama, terdapat deretan lukisan presiden Republik Indonesia, mulai dari Soekarno hingga presiden ketujuh Joko Widodo terpampang berurutan. Lalu pada bagian tengah lobi berdiri rak buku yang menjulang hingga lantai keempat. Diatasnya terdapat langit-langit yang bergambarkan peta Indonesia. Tangga berjalan ada di sebelah kiri dan kanan serta terdapat enam buah lift yang dapat digunakan oleh para pengunjung menuju lantai tujuan masing-masing. Pada setiap lantai di sediakan toilet yang super duper nyaman dan bersih.

20171214_133300
20171214_133435
20171214_133405
20171214_133320

Pada lantai kedua, ada Ruang Layanan Keanggotaan Perpustakaan, tempat pengunjung bisa mendaftar menjadi anggota untuk dapat memanfaatkan fasilitas perpustakaan. Pendaftaran tidak memakan waktu lama. Ada belasan komputer yang tersedia bagi pengunjung yang ingin mendaftar secara mandiri. Setelah mendaftar, pengunjung akan mendapat kertas nomor antre untuk memproses kartu keanggotaan di empat konter layanan yang tersedia. Dan segera Kartu Anggota Perpustakaan RI ada di tangan anda. (Mengapa proses pembuatan E-KTP tidak seperti itu? Ditanya Mengapaaaaa??!!)
Kartu anggota tersebut berlaku hingga 10 tahun dari tanggal pembuatan kartu.

Di sebelah Ruang Layanan Keanggotaan Perpustakaan terdapat ruang penitipan/Loker. Para pengunjung diwajibkan untuk menitipkan tas pada loker yang disediakan dan jika anda ingin membawa laptop/notebook ke lantai tujuan anda, petugas akan memberikan plastic bag sebagai wadahnya.

Untuk daftar lengkap peruntukan fungsi setiap lantai di gedung baru Perpustakaan Nasional terpampang pada spanduk dan dinding dekat lift.
Jika pengunjung merasa lapar, jangan khawatir sebab pada lantai keempat disediakan kantin yang cukup nyaman. Atau jika pengunjung membawa bekal makanan dari rumah, anda boleh menyantapnya pada tempat yang telah disediakan pada area kantin tersebut. Pengunjung tidak diperbolehkan untuk membawa makanan maupun minuman ke ruang baca manapun.

Lantai 21 dan 22 merupakan tempat layanan terbuka untuk membaca buku. Disana ada barisan rak buku, juga terdapat berbagai furnitur warna warni, serta bantal-bantal duduk di tangga yang menghubungkan lantai 21 dengan 22. Terdapat pula ruang baca dengan bilik kaca agar pengunjung dapat lebih fokus. Di sana juga anda dapat berselancar dengan perangkat komputer anda sendiri karena adanya fasilitas Free Wifi yang disediakan.

Dengan kondisi ruang baca yang nyaman dan fasilitas yang memadai, para pengunjung akan menikmati khazanah bacaan yang jauh dari kesan membosankan. Pengunjung juga disuguhi pemandangan Kota Jakarta dari ketinggian serta dapat melihat langit seperti sangat begitu dekat.

20171214_140936
IMG-20171214-WA0006
IMG-20171214-WA0004
IMG-20171214-WA0003

Hanya saja menurut petugas pelaksana untuk layanan peminjaman buku belum dapat diberlakukan hingga saat ini, karena belum adanya kebijakan pemimpin untuk hal ini. But overall, fasilitas dan layanan di Perpustakaan Nasional ini patut diacungi jempoool. Goooood! Jadi, para pembaca yang budiman, kapan anda ngulik ke Perpusnas?

Hari ke – 14 setelah kemerdekaaannya.

Now or Never!

To practice any art no matter how well or badly, is a way to make your soul grow. So do it.  – Kurt Vonnegut –

“Practice makes perfect,” they said. And how much i try this for the thing i want to pursue, i always failed. I fell down the fall. Everything becomes suck. But i learn one thing, perseverance is difficult but promising. Well or bad, Win or Lose, I MUST T-R-Y.