Aku pergi, terimakasih.

Aku meninggalkan Pulau ini,

Yang genteng-genteng rumahnya ditambal berlapis-lapis bak lapis legit kesukaanku

Yang sungai dan kali nya dihuni sampah berserakan walau baru habis dibersihkan

Yang hujan dianggap bukanlah sebuah kemurahan Tuhan namun sebuah musibah yang akan membuat rumah dan harta terendam banjir

Aku meninggalkan Kota ini, bukan karena aku tidak mencintainya

Aku meninggalkan Kota ini malahan karena cintaku padanya tak mampu dibendung jika harus tetap bertahan

Aku hanya tidak ingin menambah kepadatan yang merayap

Aku tidak ingin Pulau ini tenggelam bersama seratus juta penduduknya lantaran berat bebannya

Aku meninggalkannya karena aku mencintainya.

 

 

Iklan

Ngulik Perpusnas, yuk!

Dingin. Belakangan hari langit masih dalam keadaan mood yang sama, sedang senang memamerkan wajahnya yang sendu dan tak lupa menjatuhkan rintik-rintiknya satu per satu. Hari ini memasuki hari yang keempat belas saya menghiatuskan diri dari dunia kerja formal. Yah mungkin bagi sebagian orang saya sedang bermain-main dengan kehidupan. Bagi sebagian lagi saya masih saja orang gila, dan sisanya mungkin menganggap masa pubertas saya masih belum selesai. Tidak apa-apa toh, apapun penilaiannya, i just let life surprise me!
Okay, jadi selama masa-masa hiatus ini saya suka berkeliling sendiri kemanapun kaki kuat ini sanggup melangkah. Pada post kali ini saya ingin membahas perjalanan saya ke Perpustakaan Nasional RI. Lokasi Perpusnas sendiri berada di Jalan Medan Medeka Selatan No. 11. Untuk menuju kawasan ini saya sering menggunakan transportasi umum yang menjadi primadona dan dicintai oleh warga banyak dari berbagai golongan hingga beraneka kepentingan, yakni Busway Transjakarta. Jika para pembaca yang budiman menggunakan transportasi yang sama, pastikan Anda turun pada halte yang tepat, yakni Halte Balai Kota.

20171214_132402

Lalu keluar dari halte tersebut, berjalan sampai menemukan zebra cross. Mari menyebrang pada tempatnya ya, good people.
20171214_132708

Lalu, Welcome.. Apapun jabatan anda, berapapun usia anda, semuanya diterima dan disambut. Pertama, pengunjung akan menemukan gedung yang semacam pendopo yang difungsikan layaknya museum. Disana ada empat ruangan, masing-masing dua terdapat pada bilah kanan dan bilah kiri yang di dalamnya menampilkan riwayat baca bangsa Indonesia. Mulai dari Ruang Aksara yang menampilkan peta Indonesia pada dinding layar digital lengkap dengan suara yang menceritakan kronologis rakyat Indonesia mengenal huruf sampai ruangan yang menyampaikan penjelasan mengenai perkembangan media tulis serta berbagai barang yang menjadi saksi sejarah dalam penyebaran tulisan. Ada juga naskah Nusantara asli yang dipamerkan pada kotak-kotak kaca hingga beberapa moment penting dalam pemerintahan yang diabadikan dalam foto-foto yang telah dibingkai rapi.
20171214_132835

20171214_13291620171214_13294420171214_13304620171214_13294820171214_13310220171214_13313120171214_133143

Gedung Baru 24 Lantai

Keluar dari museum pendopo tersebut, pengunjung akan disambut dengan ruang terbuka hijau yang mengantarkan menuju gedung baru 24 lantai yang katanya mampu menampung 24 ribu pembaca.
20171214_133203

Pada lobi utama, terdapat deretan lukisan presiden Republik Indonesia, mulai dari Soekarno hingga presiden ketujuh Joko Widodo terpampang berurutan. Lalu pada bagian tengah lobi berdiri rak buku yang menjulang hingga lantai keempat. Diatasnya terdapat langit-langit yang bergambarkan peta Indonesia. Tangga berjalan ada di sebelah kiri dan kanan serta terdapat enam buah lift yang dapat digunakan oleh para pengunjung menuju lantai tujuan masing-masing. Pada setiap lantai di sediakan toilet yang super duper nyaman dan bersih.

20171214_13330020171214_13343520171214_13340520171214_133320

Pada lantai kedua, ada Ruang Layanan Keanggotaan Perpustakaan, tempat pengunjung bisa mendaftar menjadi anggota untuk dapat memanfaatkan fasilitas perpustakaan. Pendaftaran tidak memakan waktu lama. Ada belasan komputer yang tersedia bagi pengunjung yang ingin mendaftar secara mandiri. Setelah mendaftar, pengunjung akan mendapat kertas nomor antre untuk memproses kartu keanggotaan di empat konter layanan yang tersedia. Dan segera Kartu Anggota Perpustakaan RI ada di tangan anda. (Mengapa proses pembuatan E-KTP tidak seperti itu? Ditanya Mengapaaaaa??!!)
Kartu anggota tersebut berlaku hingga 10 tahun dari tanggal pembuatan kartu.

Di sebelah Ruang Layanan Keanggotaan Perpustakaan terdapat ruang penitipan/Loker. Para pengunjung diwajibkan untuk menitipkan tas pada loker yang disediakan dan jika anda ingin membawa laptop/notebook ke lantai tujuan anda, petugas akan memberikan plastic bag sebagai wadahnya.

Untuk daftar lengkap peruntukan fungsi setiap lantai di gedung baru Perpustakaan Nasional terpampang pada spanduk dan dinding dekat lift.
Jika pengunjung merasa lapar, jangan khawatir sebab pada lantai keempat disediakan kantin yang cukup nyaman. Atau jika pengunjung membawa bekal makanan dari rumah, anda boleh menyantapnya pada tempat yang telah disediakan pada area kantin tersebut. Pengunjung tidak diperbolehkan untuk membawa makanan maupun minuman ke ruang baca manapun.

Lantai 21 dan 22 merupakan tempat layanan terbuka untuk membaca buku. Disana ada barisan rak buku, juga terdapat berbagai furnitur warna warni, serta bantal-bantal duduk di tangga yang menghubungkan lantai 21 dengan 22. Terdapat pula ruang baca dengan bilik kaca agar pengunjung dapat lebih fokus. Di sana juga anda dapat berselancar dengan perangkat komputer anda sendiri karena adanya fasilitas Free Wifi yang disediakan.

Dengan kondisi ruang baca yang nyaman dan fasilitas yang memadai, para pengunjung akan menikmati khazanah bacaan yang jauh dari kesan membosankan. Pengunjung juga disuguhi pemandangan Kota Jakarta dari ketinggian serta dapat melihat langit seperti sangat begitu dekat.

20171214_140936IMG-20171214-WA0006IMG-20171214-WA0004IMG-20171214-WA0003

Hanya saja menurut petugas pelaksana untuk layanan peminjaman buku belum dapat diberlakukan hingga saat ini, karena belum adanya kebijakan pemimpin untuk hal ini. But overall, fasilitas dan layanan di Perpustakaan Nasional ini patut diacungi jempoool. Goooood! Jadi, para pembaca yang budiman, kapan anda ngulik ke Perpusnas?

 

 

Afterwards- Day!

 

1010
Sumber Gambar : https://wallpaperstock.net

Afterwards- Day!

Today, A Day that changed my life in the future
I have been waiting for a while
Looked far as far away
Going through every little process as it could

Today is my D-day
Afterwards, I will walk down the alleys of the unfolding road
With the timeless time
Yet knowing how way leads on to way

Rain drops keep falling as a sign
This stubborn girl took her own way
With a little hesitation but very hopeful
For later there is nothing to regret anymore

Terjemahan:

Hari ini, hari yang akan mengubah hidupku kemudian
Aku telah menanti untuk beberapa waktu
Memandang sejauh-jauhnya
Melalui setiap langkah kecil sebagaimana harusnya

Hari ini, Hari penentu ku
Setelah itu, Aku akan menyusuri lorong-lorong jalan yang terbentang
Bersama waktu yang tak ‘kan lekang
Meski tak tahu apa yang akan kutemui nanti di ujungnya

Rintik-rintik hujan jatuh sebagai pertanda
Gadis keras kepala ini telah mengambil jalan nya
Dengan ragu-ragu namun penuh harapan
Supaya nanti tak ada yang disesalkan lagi

30 November 

Hujan Subuh, Oleh-Oleh Dari Tuhan

5. hujan2 Sumber Gambar : https://wallpaperstock.net

I.
Tidak bisa telelap sampai subuh, dia putuskan untuk menunggu hujan,
sembari memaksa kesedihan supaya menyerah lantas menyuguhkan
sebuah senyum untuk digambar di wajahnya.

II.
Guruh-gemuruh bersahutan,
dia tidak mengerti apakah itu marah-marahnya Tuhan,
lalu rintik-rintik segera menyusul.

III.
“Mmm, hujan subuh,” gumamnya dalam hati.
Dia tersenyum dan perlahan memejamkan mata,
sembari mengingat  janji yang mana lagi yang akan digenapi Tuhan baginya.

IV.
Sebab hujan subuh adalah pertanda
yang dia dan Tuhan telah sepakati pada dulu,
jauh-jauh hari yang telah lalu.

Bogor , Febuari 2017.